Tahukah Kamu Tentang Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit?

Hai sobat, yuk kita belajar tentang larutan dalam dunia kimia. Dalam kimia sendiri terdapat dua macam larutan elektrolit dan larutan non elektrolit. Apasih larutan-larutan tersebut? Tentunya kamu sudah penasaran kan? Yuk, simak baik-baik ulasan yang akan membahas tentang larutan Asam, Basa, dan Garam bersifat elektrolit berikut ini…

Pengertian Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Larutan elektrolit adalah sebuah larutan yang mampu mengantarkan arus listrik, sedangkan larutan non elektrolit adalah sebuah larutan yang mampu menghambat arus listrik. Baca arus listrik

Untuk larutan elektrolit sendiri terdapat dua macam jenis, yaitu larutan elektrolit kuat dan larutan elektrolit lemah. Perbedaan dari kedua macam jenis larutan elektrolit tersebut terletak pada kemampuan daya hantar dan konsentrasinya.

Pada larutan elektrolit kuat memiliki daya hantar yang besar namun konsentrasinya sedikit, sehingga cepat dalam menghantarkan arus listrik. Sedangkan pada larutan elektrolit lemah memiliki daya hantar yang kecil namun konsentrasinya cukup banyak, sehingga sedikit lambat dalam menghantarkan arus listrik.

Contoh dari elektrolit kuat dan lemah adalah Natrium Klorida (NaCl), Hidrogen Klorida (HCl), Asam Cuka (CH3COOH), Kalium Hidroksida (KOH), dan Asam Klorat (HClO3). Untuk masing-masing larutan elektrolit terdapat 3 jenis macam yaitu Asam, Basa, dan Garam. Ketiga macam jenis tersebut masing-masing memiliki sifat dari elektrolit kuat maupun elektrolit lemah.

Baca juga

Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit

Seperti yang sobat ketahui bahwa larutan Asam, Basa, dan Garam jika dilarutkan air maka akan menjadi sebuah larutan bersifat elektrolit yang dapat menghantarkan listrik. Larutan asam, basa, dan garam bersifat elektrolit apabila dilarutkan dalam air karena akan menghasilkan ion-ion yang bermuatan sehingga bisa mengantarkan arus listrik.

Nah bagaimana sobat tahu kalau larutan tersebut bersifat elektrolit atau bukan melalui alat yang bernama penguji elektrolit. Alat tersebut dapat menguji apakah larutan asam, basa, dan garam bersifat elektrolit atau tidak. Alat tersebut terdapat muatan anoda dan katoda yang dihubungkan dengan sumber listrik AC yang ada lampunya. Jika merupakan larutan elektrolit, maka lampu tersebut akan menyala.

Untuk mengetahui apakah larutan asam, basa, dan garam tersebut bersifat kuat atau lemah dengan melihat kondisi pada lampu itu sendiri.

Apabila lampu menyala terang, maka larutan tersebut masuk ke dalam larutan elektrolit kuat. Begitu juga sebaliknya, apabila lampu menyala redup maka larutan tersebut tergolong ke dalam larutan elektrolit lemah.

Tahukah Kamu Tentang Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit?, Pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit

Contoh Larutan Asam, Basa, dan Garam Bersifat Elektrolit

Asam Elektrolit

Zat asam sendiri bisa di artikan dengan oksigen. Zat yang bersifat Asam Elektrolit adalah zat yang apabila tercampur dengan air akan melepas ion H+. Contoh dari zat asam adalah senyawa HCl.  HCl atau asam klorida jika tercampur dalam air maka akan terurai menjadi H+ + Cl-. Dari penguraian tersebut, ion H+ akan bereaksi dan bergabung dengan H2O menjadi ion hidronium atau H3O+.

Basa Elektrolit

Suatu zat bisa dikatakan basa apabila tercampur ke dalam air akan melepas ion OH-. Contohnya saja dalam senyawa natrium Hidroksida atau NaOH. Zat ini apabila tercampur air akan terurai menjadi Na+ + OH-. Dalam penguraian tersebut maka OH- akan bereaksi dengan air sehingga persamaan menjadi OH- + H2O = H2O + OH.

Baca juga Memahami Rentetan Reaksi yang Terjadi pada Aki

Garam Elektrolit

Yang terakhir yaitu zat yang bersifat garam. Zat ini terbentuk dari senyawa logam dan non logam yang tergabung dalam ikatan ion. Garam tidak memiliki senyawa H+ maupun OH-. Contoh senyawa ini yaitu NaCl atau garam dapur. Senyawa NaCl terbentuk dari ion Na+ + Cl- yaitu hasil dari larutan asam yang tercampur dengan air. Larutan tersebut juga masuk ke dalam larutan elektrolit.

Nah, itu tadi adalah pembahasan mengenai larutan asam, basa, dan garam bersifat elektrolit beserta contohnya yang bisa kamu pelajari. Sekarang kamu tidak bingung lagi kan bagaimana membedakan mana larutan asam, basa, dan garam? Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat pembaca sekalian. Jangan lupa untuk terus belajar ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.