Kamu Wajib Paham Cara Mengetahui Kekuatan Asam dan Basa

Jika bicara ilmu kimia, keseluruhan zat-zat dalam semesta dibagi menjadi dua jenis terbesar yakni asam dan basa. Untuk membedakan kedua jenis zat itu sangatlah mudah di mana larutan bersifat asam akan memiliki rasa cenderung masam dan mudah menimbulkan karat. Sementara zat basa punya rasa pahit dan licin saat disentuh kulit. Lantas, bagaimana cara mengetahui kekuatan asam dan basa sebuah benda?

Beruntung saat ini sudah diciptakan beberapa alat penjunjang manusia untuk bisa menentukan sifat sebuah zat. Salah satu alat yang cukup populer adalah pH meter yang bisa dengan mudah menampilkan besaran pH sebuah larutan pada layarnya. Di mana jika yang ditampilkan adalah angka 0-6, artinya larutan itu asam. Lalu saat angkanya jadi 8-14, larutan itu adalah basa.

Setelah kamu menentukan sebuah larutan, hal berikutnya yang juga tak kalah penting adalah bagaimana cara mengetahui kekuatan asam dan basa. Dalam kehidupan sehari-hari, baik larutan asam dan basa yang kuat bisa menghantarkan arus listrik sehingga wajib diketahui supaya bisa dimanfaatkan secara tepat dan tidak berbahaya.

Baca juga Cara Menentukan Derajat Keasaman dan Kebasaan (pH dan pOH) Zat

Memahami Kekuatan Asam dan Basa Zat

Pada dasarnya, cara mengetahui kekuatan asam dan basa bisa dilakukan dengan melihat ion yang ada dalam sebuah larutan. Sekedar informasi, ion adalah sekelompok atom atau atom yang bermuatan listrik. Di mana kation merupakan ion positif dan anion adalah ion negatif. Untuk asam, memang pengaruh utamanya adalah banyaknya ion-ion H+ yang dihasilkan dan ini jenisnya:

Asam Kuat

Disebut asam kuat saat sebuah senyawa asam yang dalam larutannya itu terion seluruhnya. Sehingga bisa dijabarkan kalau semakin kuat derajat keasamannya, maka akan ada banyak oksigen yang terikat pada atom pusat. Dan semakin besar kekuatan asamnya, makin besar pula bilangan oksidasi atom pusat. Salah satu contoh asam kuat adalah asam nitrat yang bisa bikin luka bakar.

Kamu Wajib Paham Cara Mengetahui Kekuatan Asam dan Basa

Asam Lemah

Bronsted-Lowry menjelaskan bahwa asam merupakan donor proton. Kekuatan senyawa asam terlihat dari betapa mudahnya dia melepaskan proton. Sehingga untuk kategori senyawa asam yang lemah, hanya sedikit yang terionisasi dan menjadi bagian ion-ionnnya karena reaksi ionisasi asam lemah adalah bentuk reaksi kesetimbangan.

Baca juga

Masih membahas mengenai cara mengetahui kekuatan asam dan basa, hal berikutnya mengenai senyawa basa yang penting adalah kekuatannya dipengaruhi oleh banyaknya ion-ion OH- yan dihasilkan. Sama seperti asam, ada dua juga jenisnya:

Basa Kuat

Tak berbeda jauh dengan asam kuat, senyawa disebut bersifat basa kuat saat hampir seluruh larutannya terion maksimal menjadi ion-ion.

Beberapa contoh senyawa basa kuat seperti NaOH alias soda api, KOH, Ba(OH)2 dan MG(OH)2. Jika asam kuat adalah donor proton, semakin kuat basa maka dia melepaskan neutron.

Kamu Wajib Paham Cara Mengetahui Kekuatan Asam dan Basa

Basa Lemah

Masih sama seperti kasus asam lemah, senyawa disebut basa lemah saat hanya sebagian dalam larutannya yang terionisasi. Contoh mudah basa lemah di kehidupan sehari-hari adalah NH4OH alias larutan amonia.

Kamu Wajib Paham Cara Mengetahui Kekuatan Asam dan Basa

Dari penjelasan singkat di atas, terungkap bahwa cara mengetahui kekuatan asam dan basa bisa disederhanakan saat larutan itu dimanfaatkan dalam uji coba elektrolit. Di mana larutan yang menjadi asam kuat dan basa kuat akan mampu membuat lampu menyala terang. Bagaimana? Kimia sangat menyenangkan saat kamu sudah sangat memahaminya, kan?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.