• Home
  • /
  • kimia
  • /
  • Pengertian dan Tata Nama Senyawa Biner Beserta Contohnya

Pengertian dan Tata Nama Senyawa Biner Beserta Contohnya

Senyawa memiliki cakupan yang sangat luas dalam prosesnya. Sehingga, untuk memahami senyawa, dibutuhkan waktu yang tidak singkat. Salah satu jenis senyawa yang wajib sobat ketahui adalah senyawa biner. Senyawa ini memiliki cakupan dan tata nama sendiri dan berbeda dengan yang lain. Oleh karena itu, pada kesempatan ini akan diulas mengenai pengertian dan tata nama senyawa biner.

Pengertian Senyawa Biner

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai tata nama senyawa biner, alangkah baiknya untuk mengetahui pengertian dari senyawa terlebih dahulu. Senyawa biner sendiri merupakan bentuk senyawa yang diproses dari dua komponen unsur. Adapun unsur yang dapat membentuk senyawa biner sendiri bisa berupa unsur logam dan unsur non logam. Selain itu, unsur pembentuknya juga bisa dari keduanya.

Baca juga

Contoh Senyawa Biner

Adapun contoh unsur yang terbuat dari logam dan non logam adalah NaCl yang dikenal secara luas dengan sebutan garam dapur. Garam dapur sendiri adalah senyawa yang terbentuk dari unsur logam berupa Natrium (Na) dan unsur non logam berupa Klor (Cl).

pengertian dan tata nama senyawa biner, pengertian senyawa biner, contoh senyawa biner

Sementara untuk contoh senyawa yang proses pembentukannya dari kedua unsur non logam sendiri adalah HCL atau yang biasa dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Asam Klorida. Senyawa ini kebetulan terbentuk dari unsur non logam berupa H atau Hidrogen dan Cl atau Klor.

Tata Nama Senyawa Biner

Pada pembahasan tentang pengertian dan tata nama senyawa biner berikutnya akan diulas mengenai aturan tata nama senyawa biner. Yang dimaksud dengan tata nama kimia merupakan suatu rangkaian aturan dari penamaan senyawa kimia yang telah ditentukan dengan sistematis.

Untuk tata nama senyawa biner sendiri masih digolongkan menjadi dua jenis, pertama adalah tata nama senyawa biner yang berisi perpaduan antara unsur logam dan non logam. Sementara yang kedua adalah tata nama senyawa biner yang terdiri dari unsur logam dan non logam. Berikut ulasan selengkapnya.

Senyawa biner logam dan non logam

Senyawa biner logam dan non logam umumnya masuk ke dalam jenis senyawa ion. Untuk tata nama senyawa biner jenis ini diawali dengan nama ion yang positif terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan nama ion yang negatif. Adapun contoh dari tata nama senyawa kompleks adalah NaCl atau natrium klorida.

Sedangkan contoh dari tata nama ion positif adalah Na+ atau natrium, Ca2+ atau kalsium dan K+ atau kalium. Sedangkan contoh dari tata nama ion negatif adalah F- atau fluoride, Cl- atau klorida, I- atau iodide, Br- atau bromide dan masih banyak lagi yang lainnya.

Senyawa biner non logam dan non logam

Senyawa biner non logam dan non logam ini kerap dikenal sebagai senyawa kovalen. Yang dimaksud dengan kovalen adalah terjadinya lantaran adanya proses ikatan kovalen. Selain itu, terjadinya senyawa ini juga dipengaruhi oleh tingkat oksidasi. Sehingga, untuk senyawa biner ini biasanya akan ada tambahan –ida di akhir sesudah nama unsur oksidasi negatif.

Contoh dari tata nama senyawa biner jenis ini adalah HCL (hydrogen klorida), HO (nitrogen oksida) dan BrCl (bromi klorida). Untuk tingkat oksidasi yang nilainya positif harus ditulis di awal. Kemudian baru ditambahkan tingkat oksidasi yang nilainya negatif. Untuk jumlah atom unsurnya akan diketahui sesudah menambah awalan Yunani pada unsurnya.

Baca juga

Itulah penjelasan mengenai pengertian dan tata nama senyawa biner yang wajib kamu ketahui. Dengan mengetahui rumus dan tata aturannya, kamu akan semakin mudah dalam memahaminya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *